Search Engine Submission - AddMe

Free SEO Tools

TEGALBULEUD

16 September 2015

VISI - MISI - PROGRAM MARWAN HAMAMI & ADJO SARDJONO CALON BUPATI & WAKIL BUPATI KABUPATEN SUKABUMI PERIODE 2015-2020 Nomor Urut 2



SEKAPUR SIRIH
Assalamualaikum Wr.Wb.
Saudara-saudaraku,

Seluruh Warga Kabupaten Sukabumi
Diiringi niat baik dan kerendahan hati, perkenankanlah kami memberikan satu pemikiran yang melatarbelakangi langkah kamimaju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi periode 2015-2020. Didalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, saya Marwan Hamami mungkin dapat diibaratkan hanya sebutir pasir di tengah samudera. Saya hanya salah seorang warga Kabupaten Sukabumi yang kebetulan berbeda peran dan posisi pengabdiannya dengan Saudara-saudara.
Atas kehendak Allah SWT, saya terlahir ditengah keluarga pengusaha. Hingga hari ini diberi tanggungjawab sebagai Direktur PT. Kujang Mas Permas. Pertama kali terjun ke dunia politik pada tahun 2005, Alhamdulillah saya mendapat amanah menjadi Wakil Bupati Sukabumi periode 2005-2010.
Pada tahun 2010, saya diberikepercayaan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi. Sementara di dunia pendidikan, saat ini saya memimpin Kwarcab Pramuka Kabupaten Sukabumi.
Selalu muncul pertanyaan, mengapa saya akhirnya mengambil keputusan tampil sebagai Calon Bupati Sukabumipada perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi 2015 ini. Jawaban saya sederhana saja:
1.      Saya didorong oleh hamper seluruh element masyarakat Kabupaten Sukabumi;
2.      Saya mendapat pasangan calon Wakil Bupati yang menurut saya mendekati ideal yaitu Pak Adjo Sardjono;
3.      Saya dan Pak Adjo memiliki harapan serta cita-cita yang sama yaitu ingin menjadikan Kabupaten Sukabumi Lebih Baik!.



SEKAPUR SIRIH
“Tidak pernah terbayangkan dan terpikirkan, bahkan dalam mimpi sekalipun.
Bahwa saya Adjo Sardjono akan maju sebagai Calon Wakil Bupati Sukabumi”

Saya menjalani kehidupan ini seperti air mengalir. Terlahir dari keluarga petani. Saya mulai merintis karir menjadi PNS sebagai Kepala Urusan Umum di Kantor Pembangunan Desa Kabupaten Sukabumi pada tahun 1982. Setelah itu saya menempati berbagai pos jabatan dilingkungan Pemda Kabupaten Sukabumi. Mulai dari Camat, Asisten Setda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, hingga akhirnya saya mendapatkan kepercayaan Bupati Sukabumi Bapak H. Sukmawijaya untuk menempati jabatan karir PNS tertinggi yaitu Sekretaris Daerah pada tahun 2011.
Menjelang memasuki usia pension, hamper setiap hari sejumlah elemen masyarakat dan rekan-rekan dilingkungan Pemda Kabupaten Sukabumi termasuk Bupati Sukabumi H. Sukmawijaya, meminta bahkan cenderung mendesak saya untuk ikut dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi 2015 mendampingi Pak Marwan Hamami.
Kami ingin menjadi contoh dan mendukung generasi muda potensial yang benar-benar tulus ingin mengabdi untuk Kabupaten Sukabumi. Menjadi Bupati dan Wakil Bupati bukan sekedar ajang uji coba, menebar janji. Ingat janjiharus ditepati. Seorang Bupati dan Wakil Bupati haruslah yang memiliki dedikasi tinggi untuk rakyatnya, harus menjadi garda terdepan memperjuangkan pendidikan, kesehatan, sarana prasarana, sampai hal yang paling penting adalah tetap konsisten memperjuangkan nasib rakyat menuju Sukabumi Lebih Baik!.
Mari kita satukan tekad untuk menjadi bagian penting, dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang akan Berjaya di hari ini dan akan datang.
Wassalamualaikum Wr. Wb.








17 December 2014

POKMASWAS TEGALBULEUD NUSANTARA

Pokmaswas Tegalbuled Nuantara merupakan organisasi kelompok masyarakat yang berlandaskan hukum, berazaskan Pancasila dan UUD 1945 serta didasari Iman dan Taqwa.

Organisasi ini didirikan sejak 05 Januari 2010 yang berkedudukan di Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi.

Pokmaswas Tegalbuleud Nuantara didirikan dengan maksud agar potensi sumberdaya yang ada di Wilayah Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi terutama Pesisir Pantai dan sungai bisa terjaga kelestariannya.

Adapun tujuannya agar potensi sumberdaya yang ada di Wilayah Pesisir Pantai dan sungai Kecamatan Tegabuleud Kabupaten Sukabumi bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kelompok ini bersifat dinamis, fleksibel, sosial kemasyarakatan dan tidak mengejar keuntungan. Kelompok ini lebih menekankan untuk kepentingan masyarakat setempat yang bersifat terbuka, independen, serta menghindari sikap-sikap anarkis atau mengintimidasi Hak-hak Azasi Manusia (HAM).


Tugas, peran dan fungsi serta kepengurusannya diatur lebih lanjut berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Kegiatan yang telah dilaksanakan selama berdirinya Pokmaswas adalah sebagai berikut:

1. Penangkapan Penyalahgunaan pada penangkap ikan yang melakukan Ilegal Fishing, seperti :
  • Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya atau dampak buruk yang akan terjadi jika melakukan illegal Fishing sekaligus memberikan informasi hukum terhadap para pelaku illegal Fishing;
  • Penangkapan pada penangkap ikan yang menggunakan racun atau obat-obatan berbahaya bagi kelestarian ikan;
  • Penangkapan pada orang yang melakukan penangkap ikan dengan menggunakan alat Setrum Ikan;
  • Penangkapan pada orang yang merusak/menebang pohon-pohon pelindung di area Sempadan Pantai dan Sungai.

2. Pelestarian alam dengan melakukan penghijauan penanaman mangrove, ketapang, cemara udang dan kelapa di kawasan Sempadan Pantai dan Sungai. Selain itu, Pokmaswas Tegalbuleud Nusantara melakukan pelestarian alam dengan melakukan penanaman bibit ikan tawes, nila, sepat dan lain – lain di Sungai – sungai dan Rawa – rawa sekitar Wilayah Tegalbuleud.


Adapun prestasi yang sudah dicapai adalah :

  • Juara Pertama Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2014 Kategori “ BIDANG PENANGKAPAN”
  • Juara Pertama Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Kategori “ BIDANG PENANGKAPAN”
  • Juara Pertama Tingkat Nasional Tahun 2014 Kategori “ BIDANG PENANGKAPAN”

09 November 2013

Warga Sambut Baik Kereta Sukabumi-Bogor





Metrotvnews.com, Bogor: Pengoperasian Kereta Api Pangrango rute Bogor-Sukabumi mulai Sabtu (9/11) disambut baik sejumlah warga Kota Bogor yang mendukung penuh operasional kereta tersebut.

"Saya pribadi menyambut baik atas diaktifkannya jalur Bogor-Sukabumi, sehingga jadi ada alternatif untuk dari dan ke Sukabumi," kata Andi Ardianysah salah seorang anggota Komunitas Semboyan 35, Sabtu (9/11).

Menurut Andi, sejak dinonaktifkannya KRD Bumi Geulis yang melayani rute Bogor-Sukabumi, warga kesulitan akses menuju Sukabumi melalui jalur darat karena jalur yang sering macet terutama di wilayah Ciawi.

"Karena sekarang jalur darat agak susah menempuh dari Bogor ke Sukabumi, lewat jalan raya dengan waktu tempuh bisa berjam-jam," kata dia.

Andi berharap dengan diaktifkannya kembali kereta api rute Bogor-Sukabumi, diikuti dengan adanya peningkatan jalur rel Bogor-Sukabumi. Seperti penggantian bantalan besi menajdi beton dan penggantian rel dari tipe R33 menjadi R54).

Menurut Andi, hal ini agar jumlah rangkai kereta bisa diperpanjang dan frekwensi perjalanan bisa ditambah.

Sementara itu menurut Rizky Budiawan, merasa sangat terbantu dengan operasional Kereta Api Pangrango rute Bogor-Sukabumi.

Sebagai warga Sukabumi yang berdomisili di Bogor, menganggap kehadiran kereta api tersebut membantu memenuhi kebutahan masyarakat baik dari Bogor maupun Sukabumi.

"Saya terbantu sekali dengan adanya kereta api Bogor-Sukabumi ini. Harapan saya semoga adanya kereta Pangrango ini, bisa memenuhi keinginan masyarakat Sukabumi, yang mengharapkan transportasi bebas macet," ujarnya.

KA Pangrango jurusan Bogor-Sukabumi akan dioperasikan mulai Sabtu besok. Berbeda dari sebelumnya, kereta tersebut melayani tiga kali perjalanan dari Bogor.

KA Pangrango berangkat setiap lima jam. Dari Bogor kereta keberangkatan mulai pukul 07.30 WIB, lalu pukul 12.30 dan 17.30. Sedangkan dari Sukabumi kereta berangkat dari pukul 05.00, 10.00 dan 15.00 WIB.

Kereta jalur Bogor-Sukabumi ini terdiri atas dua rangkai KA Pangrango yang setiap rangkaian terdiri dari satu lokomotif, satu kereta eksekutif, tiga kereta ekonomi dan satu gerbong pembangkit.

Setiap rangkaian kereta penumpang ini dilengkapi penyejuk udara, dengan kapasitas penumpang sebanyak 368 kursi.

Untuk kelas ekonomi AC terdapat 318 kursi dengan tiket Rp15.000 per penumpang, sedangkan kelas eksekutif terdapat 50 kursi dengan tarif Rp35.000 per orang.

Sebelumnya, kereta jalur Bogor-Sukabumi dilayani oleh KRD Bumi Geulis, dengan jadwal keberangkatan sekali dari Bogor dan Sukabumi.

Kereta tersebut merupakan rangkaian kereta ekonomi tanpa penyejuk udara, dengan tarif Rp8.000 per penumpang.

Karena kerap rusak, KRD Bumi Geulis dinonaktifkan terhitung sejak 15 Desember 2012. Akibatnya penumpang beralih menggunakan transportasi darat.

Menurut Kepala Stasiun Besar Bogor, Weddy Hartono, selama KRD Bumi Geulis dinonaktifkan banyak penumpang yang kerap bertanya kapan dioperasikan kembali.

"Memang jumlah penumpang KRD Bumi Geulis cukup banyak. Selama dinonaktifkan masih banyak penumpang yang bertanya. Semoga dengan diaktifkannya kembali jalur Bogor-Sukabumi, dapat memenuhi keinginan masyarakat," ujarnya. (Ant)



Editor: Asnawi Khaddaf


Sumber Informasi :

http://www.metrotvnews.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More