Search Engine Submission - AddMe

Free SEO Tools

TEGALBULEUD

Sabtu, 21 Januari 2012

PERANAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN

PERANAN PEMUDA
Jika kita Menilik sejarah lalu, terjadinya kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah hasil jerih payah para pemuda yang menginginkan kemerdekaan dari bangsanya sendiri. Bukan merupakan hadiah dari bangsa lain. Mungkin juga, kemerdekaan Indonesia tak akan hadir pada tanggal 17 Agustus 1945 andaikan para pemuda tidak menculik proklamator kemerdekaan Indonesia ke Rengasdengklok pada malam sebelum proklamasi.
Upaya heroik ini akhirnya yang mengantarkan Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan pada siang harinya, tepat pada hari Jumat pukul 10.00. Indonesia pun menjadi bangsa pertama di dunia yang merdeka pasca berakhirnya Perang Dunia II. Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan besar bagi kita yang tak lekang oleh zaman sampai sekarang.
Sekarang, 67 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, timbul pertanyaan mendasar: Masihkah para pemuda Indonesia berjuang untuk bangsanya? Pertanyaan naif ini pun muncul untuk membandingkan realita zaman yang ternyata sekarang sudah sangat berubah. Tidak ada lagi penjajah asing yang mencengkeram kemerdekaan berkehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih lagi, kini ditandai pula dengan majunya teknologi dan globalisasi. Oleh karena itu, perlu ada ukuran lain untuk mengetahui seberapa besar kontribusi perjuangan pemuda pada bangsanya di era sekarang.
Pemuda adalah komponen masyarakat yang paling enerjik dan kuat untuk melakukan perubahan yang lebih baik demi bangsanya. Menarik dicermati, jika kehebatan pemuda ini dikaitkan dengan upaya pembangunan bangsa untuk mencapai kesejahteraannya. Pemuda lah yang diharapkan untuk mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat indonesia. Logikanya, jika pemudanya mampu menaikkan derajat kesejahteraannya, maka yang jelas, bangsa ini pun akan sejahtera. Pemuda mampu menciptakan multiplier effect besar yang mengantarkan masyarakat seluruhnya kian sejahtera.

Selayang Pandang Pemuda Pancasila


Perjalanan sebuah organisasi tidak ubahnya perjalanan hidup seorang manusia, penuh warna dan dinamika.  Didalamnya juga pentahapan hidup yang menunjukkan adanya proses perubahan yang satu waktu bisa berarti gerak maju dan di lain waktu berarti gerak mundur.  Semua dinamika itu berlangsung begitu saja sebagai sebuah kemestian sejarah yang tidak bisa dielakkan, sekaligus sebagai bukti bahwa idealnya hidup harus selalu berarti "gerak positif" atau perubahan menuju suatu tatanan yang lebih baik.

Sebagai sebuah organisasi, Pemuda Pancasila yang didirikan oleh IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 28 Oktober 1959 juga memiliki sejarah yang penuh warna dan dinamika.  Fase pendiriannya di pengujung tahun 50-an ditandai dengan perjuangan politik untuk menyelamatkan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diamanatkan oleh Dekrit Presiden 5 Juli 1959.  Pada fase inilah karakter organisasi dan orientasi ideologi Pemuda Pancasila terbentuk.  Manifestasi dari karakter organisasi dan orientasi ideologis dimaksud tercermin dari sikap dan komitmennya yang teguh untuk tetap mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara dan perekat ke Bhinnekaan bangsa.

Fase perjuangan Pemuda Pancasila di era 60-an ditandai dengan pergulatan melawan kekuatan PKI dan antek-anteknya yang berupaya mengubah ideologi negara dengan faham komunis dan aktif melakukan politik devide et impera di kalangan elit dan masyarakat akar rumput. Salah seorang pendiri HMI bahkan pernah memberikan kesaksian bahwa pada masa itu (1959-1966) Pemuda Pancasila dikenal sebagai salah satu organisasi yang gigih memerangi PKI dan antek-anteknya. Fase ini bisa dikatakan sebagai era peneguhan karakter Pemuda Pancasila sebagai pengawal ideologi Pancasila. (dikutip dari Buku "Pemuda Pancasila Di Mata Publik")


PEMUDA PANCASILA, Organisasi Modern

PEMUDA PANCASILA hadir sebagai organisasi yang dinilai memiliki militansi yang tinggi, dalam soliditas dan solidaritasnya,  betapa tidak ditengah opini tentang kebebasan Hak Azasi Manusia tentang kebebasan paham, PEMUDA PANCASILA tidak pernah berhenti untuk terus menerus berpegang pada landasan dasar ideologi PANCASILA.
PEMUDA PANCASILA tidak pernah berhenti untuk selalu berusaha menjadi organisasi yang tangguh, dengan modal massa yang terhitung sangat potensial, semangat untuk menjadi lebih baik selalu di dengungkan di setiap event.
Sodara, ada konsep kerja yg sedang kita jalankan yaitu back to zero from zero to hero (kembali ke awal, dari asal kita pahlawan untuk tetap menjadi pahlawan) dan dengan semangat back to zero from zero to hero muncul semangat yang perlu terus di kejar untuk dapat meraih predikat sebagai organisasi terbesar, terbaik dan garda terdepan dalam bingkai Negara Republik Indonesia.
Dalam AD ART maupun PO terdapat prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi yang harus dipegang di dalam pengembangan organisasi. Hanya dengan komitmen yang kuatlah PEMUDA PANCASILA dapat hadir sebagai organisasi yang modern karena memang organisasi kita ini telah memiliki unsur-unsur organisasi yang lebih lengkap. Hal ini terlihat dari struktur organisasi yang kita miliki yang jika semua unsure keperngurusan dapat berperan aktif niscaya PEMUDA PANCASILA akan menjadi organisasi yang dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat bukan hanya dicintai oleh pengurusnya  dan anggotanya saja.
Pemberdayaan PEMUDA PANCASILA lebih dituntut pada peningkatan dan penguatan system kemandirian-profesionalitas, mandiri dalam hal kreativitas dan aktivitas. Profesional dalam hal kinerja, spesialisasi-fungsional, produktivitas, edukatif-produktif, inovatif (kreatif-ekonomis). Jangan di rasakan hal ini menjadi sesuatu yang hanya dalam impian dan terdengar terlalu ideal. Karna Bukankah segalanya bermula dari impian ? dan kami yakin dengan kondisi yang ada sekarang jika semakin professional di kelolanya niscaya impian itu akan menjadi kenyataan, sesuai apa yg kita cita2kan selama ini.
            PEMUDA PANCASILA sangat memungkinkan tumbuh menjadi organisasi modern. Dalam organisasi modern terdapat karakteristik yang terkadang dikenal dengan analisis system organisasi yang mana mempertimbangkan semua elemen organisasi, memandang organisasi sebagai suatu system juga terus menerus melakukan penyesuaian diri agar organisasi ini dapat bertahan lama dengan syarat harus disesuaikan dengan perubahan lingkungannya. PEMUDA PANCASILA dan lingkungannya harus dilihat sebagai sesuatu yang saling ketergantungan.
         Persoalannya kemudian, bisakah PEMUDA PANCASILA melihat perubahan di lingkungannnya sebagai pedoman bagi perencanaan dan pengawasan --sebagai pedoman kearah mana organisasi ini akan dibawa--.Lingkungan juga sebagai legitimasi untuk membenarkan segala aktifitas yang akan di laksanakan, ini merupakan landasan bagi kita semua. PEMUDA PANCASILA sebagai Organisasi Kemasyarakatan harus menjadikan lingkungan sebagai standard pelaksanaan dimana segala kegiatannya harus berorientasi pada program yang telah ditetapkan melalui MUBES, MUSWIL maupun MUSCAB untuk setiap tingkatannya hal ini menentukan aktifitas organisasi apa yang akan dilakukan. Lingkungan juga bisa menjadi motivasi dari pengurus dan anggota PEMUDA PANCASILA dalam berperan aktif yang merupakan dasar rasionalitas bagi kegiatan organisasi.
         Dan Predikat sebagai organisasi massa tetap harus di pertahankan, karena besarnya massa merupakan potensi awal yang dimiliki oleh PEMUDA PANCASILA. Dengan misi PEMUDA PANCASILA menjadi organisasi modern mau tidak mau, suka tidak suka harus mulai membenahi terutama dalam segi kualitas SDM pelaku organisasinya selain penguatan system organisasi itu sendiri.
         Sejalan dengan hal tersebut, dalam konsep Back To Zero di sebutkan bahwa konsep ini memiliki tujuan atau maksud untuk melakukan pembenahan organisasi yang menyentuh kebutuhan untuk kehidupan organisasi yang lebih sehat. Hal ini termaknai dari mensterilkan organisasi dari pengaruh buruk yang menghambat laju pertumbuhan dan perkembangan organisasi. Maksud yang terkandung dalam konsep ini jelas merupakan tujuan dari organisasi modern, yaitu PEMUDA PANCASILA akan maju dan berkembang sesuai tuntutan lingkungannya. Penguatan sterilisasi ini bermaksud untuk membuat mekanisme pertahanan diri dari dampak negatif perubahan yang ada.  Memang Konsep ini mudah di ucapkan tapi apakah bisa dengan mudah dapat di implementasikan jangankan oleh anggotanya, apakah pengurus sudah mengerti maksud ini ? hanya dengan keinginan untuk berbuat lebih baik untuk organisasi yang dapat merangsang pengurus untuk berusaha mengerti kemudian mengimplementasikannya dalam kiprah organisasi.
         Pengaruh buruk organisasi ini bisa berupa kebiasaan tidak mau mempelajari AD ART, PO maupun hasil Rakernas dan peraturan lainnya. Istimewanya adalah dari segi peraturan organisasi PEMUDA PANCASILA merupakan organisasi yang telah mapan. Jadi jika tidak mau mengerti dan memahami peraturan organisasi dapat dipastikan tidak akan bisa berbuat banyak untuk organisasi maupun lingkungannya.  Pertumbuhan organisasi dapat diartikan sebagai proses kaderisasi organisasi yaitu menularkan pemahaman dan semangat PEMUDA PANCASILA untuk para generasi muda. Transformasi ini dibutuhkan agar organisasi bertahan dalam eksistensinya. Kualitas pengurus pun mau tidak mau harus terus menerus ditingkatkan agar dapat ikut  berperan aktif sebagai organisasi kemasyarakatan. Sedangkan perkembangan dalam konsep back to zero dapat dipahami sebagai mengupayakan peningkatan kualitas organisasi yang jika dahulu terkenal sebagai organisasi yang keras dan dekat dengan premanisme menjadi organisasi yang berubah orientasi dan paradigmanya dengan tetap teguh mengemban misi dan tugas sejarahnya yaitu sebagai pengaman dan pengamal Pancasila.
         Konsep kedua dari back to zero adalah menjernihkan dan melancarkan proses konsolidasi organisasi PEMUDA PANCASILA. Dalam hal ini terkandung makna bahwa konsolidasi adalah proses penguatan organisasi baik itu internal maupun eksternal. PEMUDA PANCASILA dalam kekuatan strukturnya selain memiliki Bidang bidang yang dekat dengan masyarakat juga diharuskan membentuk lembaga dan badan yang secara manfaatnya adalah untuk lebih mendekatkan kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. Dan nantinya Lembaga dan badan adalah sebagai pelaksana program. Bayangkan apabila  masing masing bidang memiliki lembaga dan badan, maka dapat dipastikan jika semuanya berjalan sesuai program niscaya tiap hari sekertariat PEMUDA PANCASILA akan sangat sibuk menjalankan aktifitasnya sebagai organisasi kemasyaratan.
         Jika perubahan orientasi dan paradigma PEMUDA PANCASILA dapat berjalan sesuai dengan amanat hasil MUBES, MUSWIL dan RAKERNAS, maka dapat dipercaya bahwa perjalanan pemberdayaan organisasi akan menjadi tantangan dan peluang bagi PEMUDA PANCASILA sekarang dan masa depan. Hal ini terjadi karena perjalanan pemberdayaan adalah salah satu hal yang paling menantang yang bisa dilakukan oleh  setiap individu organisasi. Ini meminta kita agar merubah berbagai asumsi dasar yang kita miliki sebelumnya. Banyak jalan dan cara yang tersedia untuk mencapai ke arah pemberdayaan ini.  Masing-masing Bidang bidang dalam struktur organisasi PEMUDA PANCASILA mungkin akan memilih jalan yang berbeda untuk tujuan yang sama. Perubahan memerlukan komitmen dan usaha nyata, maka akan sangatlah membantu jika kita memiliki rencana aksi sebagai panduan bagi semua orang yang terlibat di dalamnya. Sangatlah penting untuk memahami bahwa setiap perubahan organisasi akan melewati berbagai tahapan yang menantang  jika ingin menuai kesuksesan menuju organisasi modern.

SEKALI LAYAR TERKEMBANG SURUT KITA BERPANTANG.
PANCASILA…..!
ABADI….. !

Sabtu, 31 Desember 2011

EKSPLOITASI PASIR BESI TEGALBULEUD

Kecamatan Tegalbuleud kini diproyeksikan menjadi salah satu incaran eksploitasi pasir besi besar-besaran dan sejumlah calon investorpun dikabarkan mulai merapat untuk bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Aneka Tambang dan Energi (PD.ATE)  Kabupaten Sukabumi.
Menurut Kurniawan Dirut PD. ATE Kabupaten Sukabumi, defosit pasir besi yang berada di kecamatan Tegalbuleud ini, terletak di sepanjang garis pantai dan sebagian wilayah pegunungan berketinggian dibawah 500 mdpl. Pasir besi merupakan bahan tambang yang berpotensi untuk menghasilkan rupiah yang berlimpah jika dikelola dengan benar, karna pasir besi merupakan salah satu bahan untuk pembuatan besi dan campuran baja yang saat ini sangat dibutuhkan di pasar dunia.
Niatan Perusahaan Daerah Aneka Tambang dan Energi (PD ATE) Kabupaten Sukabumi untuk mengeksploitasi pasir besi di Kecamatan Tegalbuleud terus dimatangkan. Belum lama ini, bertempat di kantor Desa Tegalbuleud PD. ATE melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Pemerintah Desa Tegalbuleud untuk menggarap pasir besi di kawasan tersebut.
MOU tersebut, didukung, diketahui dan disetujui oleh Muspika Kecamatan Tegalbuleud dan seluruh komponen masyarakat Desa Tegalbuleud. Kerjasama pengelolaan seluruh lahan di wilayah pesisir pantai Tegalbuleud yang mempunyai potensi Pasir Besi baik lahan milik desa maupun milik masyarakat oleh PD. ATE Kabupaten Sukabumi.
Ini semua dikarenakan dorongan yang kuat dari aspirasi seluruh masyarakat Desa Tegalbuleud yang menginginkan adanya perjanjian kerjasama yang pasti dengan PD. ATE yang merupakan salah satu perusahaan daerah milik Pemkab Sukabumi.
“Artinya, MoU ini adalah bukti keseriusan kita menggarap segala macam potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Sukabumi,” ujar Dirut PD ATE Kabupaten Sukabumi, Kurniawan ia mengatakan, dalam salah satu klausalnya, PD ATE dan Pemerintah Desa Tegalbuleud beserta masyarakatnya, berkomitmen akan membangun Desa Tegalbuleud yang lebih maju dan mandiri khususnya. Dengan garapan tambang, ia yakin Perusahaan daerah bisa maju dan mampu berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD)  dari kegiatan ini.
“Selanjutnya, mudah-mudahan tidak ada kendala dan atau halangan, PD. ATE paling tidak di pertengahan bulan ini akan mulai melakukan kegiatan operasi produksi dan di awal tahun 2012 akan memulai penjualan,” pungkas Kurniawan. (Riswanto)
sumber info : http://radarsukabumi.com

Rabu, 28 Desember 2011

PENATAAN TEMPAT PENJUALAN IKAN DAN WISATA PANTAI RANCAERANG


Keseriusan warga masyarakat dalam membangun dan menata Tempat Penjualan Ikan (TPI) pantai rancaerang cukup antusias, itu terlihat dari kegigihan dan semangat mereka yang tiap hari telah rela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk bekerja keras dalam melakukan penataan dan pembangunan pada TPI pantai rancaerang.
 
Dengan di koordinatori oleh Bp. Madbulloh dan Bp. H. Ade Suryana mereka terus melakukan penataan dan pembangunan-pembangunan dalam upaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan sarana dan fasilitas demi berdirinya Tempat Penjualan Ikan (TPI) dan Wisata Pantai Rancaerang , mereka melakukan perbaikan pada akses jalan menuju TPI, pembangunan mushola untuk sarana ibadah, pembangunan MCK, penghijauan dengan melakukan penanaman pohon pada titik-titik tertentu, sampai penataan lahan dengan meratakan lahan tanah yang bergelombang bahkan untuk penataan lahan ini mereka sengaja mendatangkan alat berat (buldozer) karena pekerjaan ini tidaklah mudah kalau hanya menggunakan tenaga manusia saja. Untuk pembiayaan oprasional kegiatan ini alhamdulillah warga telah diringankan bebannya karena ada Bp. H Sulaemi dermawan yang peduli yang rela merogok koceknya untuk membiayai semua kegiatan ini.
 
Dalam hal ini tak hanya warga masyarakat saja yang bersemangat dan bekerja keras dalam melakukan pembangunan dan penataan demi berdirinya TPI pantai rancaerang ini, namun terlihat juga dukungan dari pemerintah Desa dan Muspika Kecamatan Tegalbuleud yang di pimpin Bp. H. Didi Supardi, S. Ag (CAMAT Tegalbuleud) dan Bp. Badrudin (Kades Desa Buniasih) yang selalu eksis dalam memberikan petunjuk dan saran pada warga dalam melakukan pembenahan dan penataan lokasi TPI serta terus melakukan permohonan-permohonan kepada pihak-pihak terkait dalam mencari pendanaan demi berdirinya TPI pantai Rancaerang.
 
Ada sebuah harapan memang yang terbersit dari benak warga masyarakat, mereka berharap semoga dengan berdirinya TPI dan Wisata Pantai Rancaerang ini akan mampu membangkitkan perekonomian warga masyarakat sehingga warga akan terangkat tarap hidupnya dan bisa lebih sejahtera. Dan dengan demikian maka tentunya hal ini sangatlah membantu pekerjaan dan tugas pemerintah dan para wakil rakyat yang selama ini menggembor-gemborkan yaitu upaya “penentasan kemiskinan”. Semoga saja doa dan harapan warga masyarakat ini  akan segera terjawab dan terkabul melalui sentuhan dan perhatian para pemegang kebijakan. Amin (Riswanto)

Minggu, 04 Desember 2011

Pantai Rancaerang, Tegalbuleud


Ketika anda membayangkan, tubuh Anda terbaring di pinggir pantai, di atas hamparan pasir pantai yang indah, lalu ditaburi pemandangan alam yang serba eksotis, serta dihujani cahaya mentari pagi yang menghangatkan tubuh, maka untuk mewujudkannya sempatkanlah diri berekreasi dan ber wisata Pantai ke Pantai Rancaerang, Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat. Pantai yang terletak di selatan laut Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini memang merupakan obyek wisata yang alami namun justru mempunyai keindahan panorama alam pantai yang menarik karena kealamiannya.

Pantai Rancaerang kini mulai dilirik oleh para wisatawan khususnya wisatawan lokal, karena daerahnya yang relatif perawan dan juga informasi yang telah meluas mengenai keberadaannya. Dan dengan bertambahnya minat dan antusiasme wisatawan ke Pantai Rancaerang, mudah-mudahan pemerintah daerah serta masyarakat setempat makin giat membangun dan membenahi segala prasarana, agar para wisatawan makin tertarik untuk mengunjungi pantai ini.

Mengunjungi Pantai Rancaerang mungkin perlu dijadikan agenda wisata tersendiri bagi wisatawan yang menyukai keindahan dan kesejukan alam. Bayangkan saja, saat memasuki kawasan pantai, wisatawan dengan segera akan tersapu-lembut oleh semilir angin yang berhembus di sepanjang gugusan pantai. Suasana segar, nyaman, dan indah seolah menyapa wisatawan di awal kunjungannya. Saat telah berada di pinggir pantai, mata para wisatawan akan disuguhi oleh eksotisme pantai berlatar pesona ombak yang saling berkejaran, hamparan pasir putih yang indah, dan ribuan binatang kecil yang menyebar di hamparan pasirnya.
Pantai Rancaerang memang menawarkan pesona pantai yang khas. Suasana alami yang belum tersentuh akan rekayasa dan penataan tangan manusia, seolah menjadi penanda beda pantai ini dengan pantai-pantai lainnya. Ini tentu memberi nuansa tersendiri bagi para pengunjung. Tak aneh, pantai ini kini dijadikan tujuan alternatif baru para wisatawan yang merindukan suasana kesenyapan alami yang menentramkan.
Ada banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan pengunjung di pantai ini, seperti berenang, bermain air, berjemur, bermain–main membuat istana pasir, atau hanya ingin bercengkrama dan masak-masak ikan laut, udang dan kepiting bersama kerabat atau keluarga.Jika mentari sore telah mulai meredup, wisatawan dapat juga meluangkan waktunya untuk sekedar berjalan santai dengan bertelanjang kaki menelusuri pinggir pantai, duduk di hamparan pasir dengan mangamati biru-hijau air laut, sembari menunggu sunset tiba. Bagi pengunjung yang ingin berenang atau sekedar bermain air, disarankan untuk lebih berhati-hati, karena ombak di pantai ini cukup lumayan besar.
Hal lain yang menarik untuk dilakukan, pengunjung bisa memanfaatkan hangatnya pasir pantai untuk terapi kesehatan, untuk penyembuhan berbagai penyakit, yaitu dengan cara mengubur sebagian atau seluruh tubuh sampai leher selama 2—3 jam, Terapi ini diyakini masyarakat sekitar dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti pegel linu hingga kelumpuhan, struk, ayan, dll.
Dan sajian makanan, pengunjung bisa dengan mudah mendapatkan masakan-masakan ikan laut khas pantai ini dan pengunjung bisa dengan leluasa memilih jenis ikan apa yang diinginkan tentunya dengan harga yang cukup murah. Dan kalou mau, pengunjung juga bisa membeli berbagai jenis ikan laut mentah segar langsung dari tangkapan nelayan untuk di bawa pulang sebagai oleh-oleh.
Lokasi
Pantai Rancaerang terletak di sebelah selatan laut Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat, Indonesia.




Jumat, 18 November 2011

MTQ KABUPATEN SUKABUMI KE-40

Penunjukan Kecamatan Tegalbuleud sebagai tuan rumah Musabakoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Sukabumi yang ke-40 merupakan suatu tantangan dan juga merupakan prestise bagi Kecamatan Tegalbuleud untuk bisa meningkatkan prestasi qari/qariah, selain itu juga sebagai tuan rumah Masyarakat, panitia serta seluruh jajaran pemerintahan Kecamatan Tegalbuleud di tuntut untuk bisa mensukseskan acara agung tersebut.

Untuk pelaksanaan MTQ tersebut telah ditetapkan Desa Buniasih sebagai tempat penyelenggaraan karena Desa Buniasih adalah pusat jantung dari Kecamatan Tegalbuleud. Menyinggung mengenai pemondokan para kafilah, pihak panitia telah menyediakan sekitar 100 rumah warga di sekitar tempat pelaksanaan MTQ yang akan digunakan untuk penginapan para kafilah dari 47 kecamatan se Kabupaten Sukabumi.

Adapun Jumlah peserta MTQ Tingkat kabupaten Sukabumi tahun 2011 sebanyak kurang lebih 500 orang yang merupakan utusan dari 47 kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi, MTQ diselenggarakan mulai pada tanggal 26 November s/d 01 Desember 2011, dengan memperlombakan sekitar 8 cabang lomba atau lebih yang meliputi : cabang tilawah, cabang fahmil Qur'an, cabang syarhil Qur'an, dan cabang khottil, kaligrafi al-quran, dll. MTQ Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2011 ini secara resmi akan dibuka yang ditandai dengan pawai akbar dengan rute Lapangan Keusik Urug – Lapangan Rancaerang dan akan di buka langsung oleh Bupati Kabupaten Sukabumi Bpk. H. Sukma Wijaya, pada hari Sabtu pagi (26/11/2011), akan turut hadir pada acara pembukaan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perwakilan LPTQ Provinsi Jawa Barat dan LPTQ Kabupaten Sukabumi, Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan tamu undangan lainnya.

Dan harapannya mudah-mudahan dengan terselenggaranya acara yang agung ini akan menjadi inspirasi dan motifasi bagi masyarakat Kecamatan tegalbuleud dan umumnya masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk lebih mningkatkan pendidikan akhlak pada anak anak mereka dan membiasakan anak anaknya membaca alquran sehingga selanjutnya akan menjadikan budaya yang terus melekat hingga membentuk karakteristik muslim dan muslimah yang senantiasa taat dan taqwa pada sang pencipta. Dan mudah-mudahan para kafilah MTQ tidak hanya sekedar mencari kejuaraan saja, tetapi MTQ supaya menjadi pendorong bagi umat islam dalam mempelajari dan mengamalkan al Qur'an, karena pengamalan al Qur'an merupakan kebutuhan seluruh muslim, bukan hanya para pembina dan kafilah MTQ saja, sehingga akan tecapai tujuan dari penyelenggaraan MTQ ini yaitu seperti yang tertuang dalam temanya "Melalui Musabaqah tilawatil Qu'ran  ke 40 Tingkat Kabupaten Sukabumi Gemar Membaca Al-Quar'an untuk Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Maju, Sejahtera dan Berakhlak Mulia". Amin (RISWANTO)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More